30 Okt 2012
Rahasia Sholat
rahasia sholat
Setiap gerakan shalat yang dicontohkan Rasulullah SAW sarat akan hikmah dan manfaat. Syaratnya, semua gerak tersebut dilakukan dengan benar, tumaninah, serta dilakukan secara istikamah.Suatu ketika Rasulullah SAW berada di dalam Masjid Nabawi, Madinah. Selepas menunaikan shalat, beliau menghadap para sahabat untuk bersilaturahmi dan memberikan tausiyah. Tiba-tiba, masuklah seorang pria ke dalam masjid, lalu melaksanakan shalat dengan cepat.
Setelah selesai, ia segera menghadap Rasulullah SAW dan mengucapkan salam. Rasul berkata pada pria itu, “Sahabatku, engkau tadi belum shalat!”Betapa kagetnya orang itu mendengar perkataan Rasulullah SAW. Ia pun kembali ke tempat shalat dan mengulangi shalatnya. Seperti sebelumnya ia melaksanakan shalat dengan sangat cepat. Rasulullah SAW tersenyum melihat “gaya” shalat seperti itu.
Setelah melaksanakan shalat untuk kedua kalinya, ia kembali mendatangi Rasulullah SAW. Begitu dekat, beliau berkata pada pria itu, “Sahabatku, tolong ulangi lagi shalatmu! Engkau tadi belum shalat.”Lagi-lagi orang itu merasa kaget. Ia merasa telah melaksanakan shalat sesuai aturan. Meski demikian, dengan senang hati ia menuruti perintah Rasulullah SAW. Tentunya dengan gaya shalat yang sama.
Namun seperti “biasanya”, Rasulullah SAW menyuruh orang itu mengulangi shalatnya kembali. Karena bingung, ia pun berkata, “Wahai Rasulullah, demi Allah yang telah mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak bisa melaksanakan shalat dengan lebih baik lagi. Karena itu, ajarilah aku!”
“Sahabatku,” kata Rasulullah SAW dengan tersenyum, “Jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah Al-Fatihah dan surat dalam Alquran yang engkau pandang paling mudah. Lalu, rukuklah dengan tenang (thuma’ninah), lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak. Selepas itu, sujudlah dengan tenang, kemudian bangunlah hingga engkau duduk dengan tenang. Lakukanlah seperti itu pada setiap shalatmu.”
Kisah dari Mahmud bin Rabi’ Al Anshari dan diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahih-nya ini memberikan gambaran bahwa shalat tidak cukup sekadar “benar” gerakannya saja, tapi juga harus dilakukan dengan tumaninah, tenang, dan khusyuk.
Kekhusukan ruhani akan sulit tercapai, bila fisiknya tidak khusyuk. Dalam arti dilakukan dengan cepat dan terburu-buru. Sebab, dengan terlalu cepat, seseorang akan sulit menghayati setiap bacaan, tata gerak tubuh menjadi tidak sempurna, dan jalinan komunikasi dengan Allah menjadi kurang optimal. Bila hal ini dilakukan terus menerus, maka fungsi shalat sebagai pencegah perbuatan keji dan munkar akan kehilangan makna. Karena itu, sangat beralasan bila Rasulullah SAW mengganggap “tidak shalat” orang yang melakukan shalat dengan cepat (tidak tumaninah).
Hikmah gerakan shalat
Sebelum menyentuh makna bacaan shalat yang luar biasa, termasuk juga aspek “olah rohani” yang dapat melahirkan ketenangan jiwa, atau “jalinan komunikasi” antara hamba dengan Tuhannya, secara fisik shalat pun mengandung banyak keajaiban.
Setiap gerakan shalat yang dicontohkan Rasulullah SAW sarat akan hikmah dan bermanfaat bagi kesehatan. Syaratnya, semua gerak tersebut dilakukan dengan benar, tumaninah serta istikamah (konsisten dilakukan).
Dalam buku Mukjizat Gerakan Shalat, Madyo Wratsongko MBA. mengungkapkan bahwa gerakan shalat dapat melenturkan urat syaraf dan mengaktifkan sistem keringat dan sistem pemanas tubuh. Selain itu juga membuka pintu oksigen ke otak, mengeluarkan muatan listrik negatif dari tubuh, membiasakan pembuluh darah halus di otak mendapatkan tekanan tinggi, serta membuka pembuluh darah di bagian dalam tubuh (arteri jantung).
Sebuah Makna :
Kita dapat menganalisis kebenaran sabda Rasulullah SAW dalam kisah di awal. “Jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah.”Saat takbir Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya ke atas hingga sejajar dengan bahu-bahunya (HR Bukhari dari Abdullah bin Umar). Takbir ini dilakukan ketika hendak rukuk, dan ketika bangkit dari rukuk.
Beliau pun mengangkat kedua tangannya ketika sujud. Apa maknanya? Pada saat kita mengangkat tangan sejajar bahu, maka otomatis kita membuka dada, memberikan aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat di lengan untuk dialirkan ke bagian otak pengatur keseimbangan tubuh, membuka mata dan telinga kita, sehingga keseimbangan tubuh terjaga.
”Rukuklah dengan tenang (tumaninah).” Ketika rukuk, Rasulullah SAW meletakkan kedua telapak tangan di atas lutut (HR Bukhari dari Sa’ad bin Abi Waqqash). Apa maknanya? Rukuk yang dilakukan dengan tenang dan maksimal, dapat merawat kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang belakang (sebagai syaraf sentral manusia) beserta aliran darahnya. Rukuk pun dapat memelihara kelenturan tuas sistem keringat yang terdapat di pungggung, pinggang, paha dan betis belakang. Demikian pula tulang leher, tengkuk dan saluran syaraf memori dapat terjaga kelenturannya dengan rukuk. Kelenturan syaraf memori dapat dijaga dengan mengangkat kepala secara maksimal dengan mata mengharap ke tempat sujud.
”Lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak.” Apa maknanya? Saat berdiri dari dengan mengangkat tangan, darah dari kepala akan turun ke bawah, sehingga bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya. Hal ini dapat menjaga syaraf keseimbangan tubuh dan berguna mencegah pingsan secara tiba-tiba.
”Selepas itu, sujudlah dengan tenang.” Apa maknanya? Bila dilakukan dengan benar dan lama, sujud dapat memaksimalkan aliran darah dan oksigen ke otak atau kepala, termasuk pula ke mata, telinga, leher, dan pundak, serta hati. Cara seperti ini efektif untuk membongkar sumbatan pembuluh darah di jantung, sehingga resiko terkena jantung koroner dapat diminimalisasi.
”Kemudian bangunlah hingga engkau duduk dengan tenang.” Apa maknanya? Cara duduk di antara dua sujud dapat menyeimbangkan sistem elektrik serta syaraf keseimbangan tubuh kita. Selain dapat menjaga kelenturan syaraf di bagian paha dalam, cekungan lutut, cekungan betis, sampai jari-jari kaki. Subhanallah!
Masih ada gerakan-gerakan shalat lainnya yang pasti memiliki segudang keutamaan, termasuk keutamaan wudhu. Semua ini memperlihatkan bahwa shalat adalah anugerah terindah dari Allah bagi hamba beriman.
Penjelasan :
1. Manfaat Gerakan Shalat (sumber: Sarkub.com)
manfaat gerakan shalat
Shalat merupakan rukun Islam yang ke-2 setelah membaca dua kalimah syahadah. Pada awalnya shalat hanya dikenal sebagai kewajiban belaka, tetapi kemudian para pakar kesehatan mulai menelusuri manfaat lain dari shalat bila dilihat dari segi gerakan-gerakannya.
Shalat ternyata tidak hanya menjadi amalan utama di akhirat nanti, tetapi gerakan-gerakan shalat paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, shalat adalah gudang obat dari berbagai jenis penyakit.
Allah, Sang Maha Pencipta, tahu persis apa yang sangat dibutuhkan oleh ciptaanNya, khususnya manusia. Semua perintahNya tidak hanya bernilai ketakwaan, tetapi juga mempunyai manfaat besar bagi tubuh manusia itu sendiri. Misalnya, puasa, perintah Allah di rukun Islam ketiga ini sangat diakui manfaatnya oleh para medis dan ilmuwan dunia barat. Mereka pun serta merta ikut berpuasa untuk kesehatan diri dan pasien mereka.
Begitu pula dengan shalat. Ibadah shalat merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur tubuh manusia. Gerakan-gerakan di dalam shalat pun mempunyai manfaat masing-masing. Misalnya:
a. Takbiratul Ihram
Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar tlinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, getah bening (limfe), dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancer ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.
b. Ruku’
Ruku’ yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk merelaksasikan otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah sarana latihan bagi kemih sehingga gangguan prostate dapat dicegah.
c. I’tidal
Bangun dari ruku’, tubuh kembali tegak setelah mengangkat kedua tangan setinggi telinga. I’tidal merupakan variasi dari postur setelah ruku’ dan sebelum sujud. Gerakan ini bermanfaat sebagai latihan yang baik bagi organ-organ pencernaan. Pada saat I’tidal dilakukan, organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Tentu memberi efek melancarkan pencernaan.
d. Sujud
Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Posisi sujud berguna untuk memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posis jantung di atas otak menyebabkan daerah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan sujud dengan tuma’ninah, tidak tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi seperti ini menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik ruku’ maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
Sujud adalah latihan kekuatan otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.
Masih dalam posisi sujud, manfaat lain yang bisa dinikmati kaum hawa adalah otot-otot perut (rectus abdominis dan obliqus abdominis externus) berkontraksi penuh saat pinggul serta pinggang terangkat melampaui kepala dan dada. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lebih lama yang membantu dalam proses persalinan. Karena di dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami, otot ini justru menjadi elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan dan mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).
Gerakan sujud tergolong unik. Sujud memiliki falsafah bahwa manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang di dalami Prof. Soleh, gerakan ini mengantarkan manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?
Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan oksigen. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tuma’ninah dan kontinyu dapat memicu peningkatan kecerdasan seseorang.
Setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal. Darah tidk akan memasuki urat saraf di dalam otak melainkan ketika seseorang sujud dalam shalat. Urat saraf tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini berarti, darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikuti waktu shalat, sebagaimana yang telah diwajibkan dalam Islam.
Riset di atas telah mendapat pengakuan dari Harvard University, Amerika Serikat. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan diri masuk Islam setelah diamdiam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud. Di samping itu, gerakan-gerakan dalam shalat sekilas mirip gerakan yoga ataupun peregangan (stretching). Intinya, berguna untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan shalat dibandingkan gerakan lainnya adalah di dalam shalat kita lebih banyak menggerakkan anggota tubuh, termasuk jari-jari kaki dan tangan.
e. Duduk di antara sujud
Duduk setelah sujud terdiri dari dua macam yaitu iftirosy (tahiyat awal) dan tawarru’ (tahiyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. pada saat iftirosy, tubuh bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan saraf nervus Ischiadius. Posisi ini mampu menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarru’ sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (uretra), kelenjar kelamin pria (prostate) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, posisi seperti ini mampu mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarru’ menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.
Hal terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, di daerah ini terdapat tiga liang yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih. Saat tawarru’, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum
f. Salam
Gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Salam bermanfaat untuk merelaksasikan otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah.
Pada dasarnya, seluruh gerakan shalat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung dengan lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.
2. Rahasia Dibalik Waktu Shalat (sumber: Iroel)
a. Shalat dzuhur ( terapi jantung dan usus kecil )
Waktu menjalankan shalat dzuhur yaitu mulai dari condongnya matahari sampai dengan apabila bayang-bayang suatu benda sama panjang dengan benda tersebut.
Waktu pelaksanaan shalat zuhur yaitu waktu yang tepat untuk melakukan terapi organ jantung,yaitu pada pukul 11.00 – 13.00. Waktu zuhur adalah saat kita berada di puncak kepenatan akibat aktivitas sepanjang siang. Dengan melakukan shalat zuhur sebagai bentuk relaksasi dan dipadukan dengan basuhan air wudhu’, panas jantung yang berlebihan bisa menjadi normal kembali. Akhirnya hal ini mempengaruhi sitem lainnya, karena fungsi jantung yang merupakan “penguasa” pembuluh-pembuluh. Jantung memompa darah agar selalu mengalir untuk membawa sari-sari makanan yang dibutuhkan oleh organ-organ lainnya. Tubuh kita yang penat dan pikiran kita yang sumpek akan tersegarkan kembali dan siap melanjutkan aktivitas.Jantung merupakan organ yang biasa dihubungkan dengan proses mental.
Beberapa bentuk tekanan emosional seperti pusing, berdebar-debar, sesak napas, dan kemunduran vitalitas merupakan gejala-gejala umum dari penyakit jantung. Kemunduran chi jantung ditandai dengan kelemahan secara umum, seperti bicara terengah-engah, pernapasan yang pendek-pendek, dan sering berkeringat.Jika wajah bengkak dan berwarna tidak cerah, kaki dan tangan terasa dingin, ini dinamakan kemunduran chi jantung. Gelisah, lekas marah, pusing, kehabisan akal, dan tidak bisa tidur adalah gejala kemunduran darah jantung. Bisa juga terasa aliran darah yang deras pada telapak tangan dan wajah, serangan demam ringan, dan berkeringat pada malam hari.Gejala kelebihan chi jantung adalah akibat panas jantung. Ini terlihat dalam serangan demam tinggi, yang kadang-kadang disertai dengan menggingau, perasaan berdebar-debar yang mengganggu, kegelisahan yang sangat, tidak dapat tidur, dan sering mimpi buruk, wajah berwarna merah padam, lidah berwarna merah, atau terasa panas dan sakit, dan sering merasa panas ketika buang air kecil.
b. Shalat ashar ( terapi kandung kemih )
Waktu pelaksanaannya yaitu mulai bayang-bayang suatu benda telah sama panjang atau bayang-bayang suatu benda melebihi sedikit dari benda tersebut sampai dengan matahari terbenam .shalat ini disebut sengan shalat wustha , karena diwaktu ini manusia banyak disibukkan oleh pekerjaan masing-masing dan siapa saja yang meninggalkan kesibukannya dan menjaga waktu shalat ashar pahalanya sangat besar di sisi Allah SWT.
Seperti firman Allah SWT :
حا فظوا علي الصلوا ت الوسطي
Peliharalah semua shalat itu dan shalat wustha ( al baqarah 238)
Biasanya waktunya yaitu pukul 15.00 – 17.00,yang merupakan waktu yang tepat untuk melakukan terapi kandung kemih karena pada saat itu mulai terjadi kesesuaian secara perlahan antara hawa tubuh manusia dan hawa di sekitarnya, perubahan dari hawa udara yang panas menuju dingin.Fungsi utama kandung kemih adalah mengubah cairan tubuh menjadi air kencing dan mengeluarkannya dari tubuh. Jika fungsi tersebut berjalan, terjadilah keseimbangan kimiawi dalam tubuh sehingga metabolisme terjaga. Jika fungsi ini terhambat, akan terjadi penumpukan cairan yang tidak bermanfaat dan mengandung racun sehingga mempengaruhi kerja organ-organ internal lainnya. Jika ini terjadi, proses pendinginan tingkat chi yang seharusnya dikeluarkan menjadi menumpuk dan menimbulkan panas yang tinggi, yang akhirnya mempengaruhi pula kerja ginjal.Jadi, ibadah shalat ashar bermanfaat untuk meningkatkan daya kerja kandung kemih sehingga dapat lancar mengeluarkan racun yang diakibatkan oleh proses kimiawi tubuh yang berlangsung selama aktivitas sepanjang siang.
c. Shalat magrib ( terapi ginjal )
Shalat Maghrib dilaksanakan pada waktu sesudah matahari terbenam hingga lenyapnya mega merah di sebelah barat. waktu pelaksanaan shalat maghrib merupakan waktu yang tepat untuk melaksanakan terapi organ ginjal. Waktu maghrib adalah saat-saat hawa udara semakin menurun, dan sistem organ juga mulai menyesuaikan diri dengan energi di sekitarnya.Ginjal dan kandung kemih adalah organ yang berpasangan. Kedua organ tersebut mengontrol tulang-tulang, sumsum, dan otak. Bertanggung jawab terhadap fungsi-fungsi pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi. Kesehatan kedua organ internal ini tercermin pada kondisi rambut kepala. Mereka memainkan peran yang sangat penting dalam metabolisme air dan mengendalikan cairan tubuh, dan juga menjaga keseimbangan panas dan dingin yang sangat fundamental bagi tubuh.Untuk mengetahui gejala-gejala kemunduran energi dingin ginjalsesungguhnya mudah.
Biasanya, punggung bagian bawah terasa lemah dan sakit, ada suara mendengung pada kedua telinga dan kehilangan ketajaman pendengaran, wajah berwarna keabu-abuan dan gelap, khususnya di bawah kedua mata. Biasanya kepala terasa pusing, haus dan berkeringat di malam hari, dan sering masuk angin ringan.Gejala-gejala kemunduran energi panas secara signifikan berkaitan dengan kehilangan energi atau panas. Serupa dengan kemunduran energi dingin ginjal, ada dengungan pada telinga, pusing, dan rasa sakit di punggung bawah. Namun rasa sakit ini ditandai dengan rasa dingin, lemah, dan lesu yang sangat. Biasanya kemunduran energi dingin ginjal menimbulkan gangguan pada jantung dan hati, sedangkan kemunduran energi panas ginjal mengganggu fungsi-fungsi limpa kecil dan paru-paru. , waktu pelaksanaan shalat maghrib merupakan waktu yang tepat untuk melaksanakan terapi organ ginjal. Waktu maghrib adalah saat-saat hawa udara semakin menurun, dan sistem organ juga mulai menyesuaikan diri dengan energi di sekitarnya.
d. Shalat isya’ ( terapi perikardium )
Shalat Isya dilaksanakan setelah habis waktu maghrib hingga menjelang shubuh. Fungsi perikardium adalah membuang kelebihan energi jantung dan mengarahkannya pada titik Laogong yang terletak pada pusat telapak tangan. Dari Laogong, kelebihan energi akan dilepaskan secara alamiah sehingga terciptalah stabilitas tingkat energi jantung. Titik Laogong digunakan dalam ilmu kesehatan China untuk mengurangi suhu tubuh selama terkena sakit demam.
Waktu yang tepat untuk melakukan terapi organ perikardium adalah pada pukul 19:00 – 21:00. Pada waktu tersebut hawa di sekitar sudah mulai rendah daripada hawa tubuh. Maka, diperlukan penyesuaian sistem energi di dalam tubuh manusia untuk bisa menyesuaikan diri dengan hawa di sekitarnya.Pada waktu pelaksanaan shalat Isya, dimulailah penurunan kerja organ internal yang telahdigunakan dalam aktivitas sehari-hari. Tubuh memasuki masa istirahat, terutama kerja jaringan otot yang digunakan untuk gerak dan berpikir. Waktu isya bisa disebut sebagai masa pendinginan keseluruhan sistem organ dan saraf. Proses pengistirahatan tubuh kemudian disempurnakan dengan tidur pada malam hari. Akan tetapi bila dilihat dari sudut pandang agama waktu yang lebih utama untuk melaksanakan shalat isya’ yaitu ketika waktu sepertiga malam. Karena waktu ini merupakan waktu yang mustajabah dan diberkahinya suatu doa.
e. Shalat subuh ( terapi paru-paru )
Waktu pelaksanaan Shalat Shubuh adalah sejak terbit fajar shadiq sampai hampir terbit matahari . Shubuh merupakan waktu yang tepat untuk proses terapi sistem pernapasan dan paru-paru, karena pada pagi hari udara masih bersih, oksigen masih segar. Dari paru-paru, darah mengambil “bahan bakar” yang masih baru & bersih, akhirnya keseluruhan organ menerima pasokan nutrisi yang bersih. Selanjutnya tubuh menjadi segar kembali dan otak menjadi jernih.Penelitian mutakhir dalam ilmu medis Barat juga mengungkap manfaat kebiasaan bangun pada waktu shubuh.
Ditemukan bahwa pada dini hari sekitar pukul 3.00 – 5.00 terjadi proses detoksin (pembuangan zat racun) di bagian paru-paru. Oleh Karena itu, biasanya selama durasi waktu ini, penderita batuk akan mengalami batuk hebat. Ini karena proses pembersihan (detoksin) telah mencapai saluran pernapasan.Paru-paru dan usus besar merupakan organ yang saling berpasangan. Usus besar merupakan pengatur panas dalam perut. Jantung termasuk organ yang memiliki sifat panas. Apabila jantung memiliki sifat panas yang berlebihan, dengan pernapasan yang dilakukan pada saat udara benar-benar bersih, kita dapat mengarahkan panas jantung ke paru-paru dan dengan demikian mendinginkan panas dalam perut.
Salain itu sholat subuh merupakan shalat yang paling afdhal , sebagaimana sabda nabi Muhammad SAW :
افضل الصلوا ث عند اللله صلاة الصبح يوم الجمعة في جماعة
Utama utamanya shalat di hadapan Allah yaitu shalat subuh pada hari jum”at secara berjama’ah
Diantara keafdhalannya yaitu:
1. Allah membangakan di hadapan para malaikat orang yang meninggalkan pembaringannya lalu bangun untuk melakukan shalat.
2. Allah memberi cahaya pada hari kegelapan pada siapa saja yang keluar untuk melaksanakan shalat subuh. Cahaya orang mukmin pada hari kiamat bertingkat-tingkat,setiap mukmin mempunyai cahaya yang berbeda-beda. Mereka mendapat cahaya sesuai amal mereka, di sinilah terlihat peran dari shalat subuh, yang mana Allah akan memberi cahaya yang sempurna bagi seoran mukmin pada hari kiamat kelak.
3. Dua rakaat subuh lebih baik dari dunia dan seisinya.
Seperti sabda Nabi Muhammad SAW :
ركعتا الفجر خير من الدنيا وما فيها
Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan isinya.
4. Sesudah melaksanakan shalat subuh ,akan menjadikan seseorang masuk dalam perlindungan dan pemeliharaan Allah SWT.
Dan bagi seseorang yang tidak melaksanakan shalat subuh tepat pada waktunya ,berarti kupingnya telah dikencingi oleh setan, sebagaimana sabda nabi Muhammad SAW.
ذكر عند النبي محمد صلي الله عليه وسلم رجل نام ليلة حتي اصبح , قا ل : ذا ك رجل با ل الشيطان في اذنه.
Ketika di hadapan rasul SAW.disebutkan bahwa ada seorang laki-laki yang tidur sampai siang , beliau bersabda ,orang itu telinganya dikencingi oleh setan.
Bagaimana? Itulah manfaat shalat, baik dari segi waktu maupun gerakan yang didapat. Dan pasti masih banyak rahasia dan manfaat yang terkandung dalam pelaksanaan shalat. Wallahu’alam Bisawab :)
Cahaya Dalam Shalat
Allah adalah cahaya langit dan bumi….. (QS.Anur 35)
Banyak orang bahkan banyak guru yg mengajar di wilayah hakikat, telah mengklaim bahwa cahaya yang dimaksud sebagai Allah itu adalah “bagaikan terangnya sebuah sorotan cahaya”. sesungguhnya Allah tidaklah senaif persangkaan orang2 tersebut. jika Allah adalah seperti pancaran cahaya lampu, niscaya Allah dalam tanda kutip cahaya, adalah bisa terkalahkan terangnya dari suatu lampu yang lebih terang. karena andai yang terlihat di dalam diri sebagai suatu pancaran cahaya yang terang bagaikan pancaran cahaya lampu sebagaimana banyak kalangan telah bicara demikian, maka saya berani kataklan bahwa itu tidak benar…!!!, tapi cahaya yang terlihat di dalam diri manusia itu, juga tidak dapat dipandang remeh, karena ia merupakan suatu pertanda atas suatu perjalanan di dalam.
mengklaim sebagai Allah akan cahaya tersebut, adalah suatu keberanian untuk mengatakan kepada khalayak bahwa apa yang dimiliki atas keilmuan tentang Allah masih terlalu dini, karena cahaya-cahaya yang di dapat padea perjalanan di dalam harus disikapi dengan tepat, jika tidak, maka seseorang akan tersesat jauh sekali, dan untuk kembali pada tataran kebenaran akan mengalami banyak kendalanya, dibutuhkan format ulang atas jiwa spiritualnya.
semua bentuk dan warna cahaya yang terlihat di dalam diri, apakah saat meditasi (tutup mata), atau saat terbuka mata, semua itu berasal dari lima jenis warna cahaya, Cahaya Hitam, Cahaya Merah, Cahaya Kuning, Cahaya Hijau, Cahaya Putih, kelima cahaya tersebut bisa menyerupai apa saja tergantung perjalanan spiritualnya seseorang. terlepas dari itu semua, perlu diketahui bahwa kelima cahaya tersebut di dalam diri seseorang, “hanyalah” berguna sebagai sabun pencuci seluruh kesalahan pemahaman atau kesalahan diri secara permanen. kelima cahaya tersebut telah bersama seseorang sejak awal ia akan diciptakan. harus diketahui sifat perubahannya, agar tidak tertipu dengan penyamarannya pada setiap level kehidupanmu.
saat seseorang di dalam kandungan ibunya, kelima cahaya tersebut telah menemaninya, saat terlahir, kelima cahaya itu berubah rupa dan bentuknya menjadi darah dan air pembuka rahim, inilah cerita saat kelahiran, atau saat kedatangan kita keduani ini, akan sama juga saat nanti kita meninggalkan dunia ini. saat dimana seseorang akan meninggal dunia ini, maka kelima cahaya tersebut akan datang menjemputnya, dengan mengaku sebagai utusan Tuhan untuk menjemputmu menuju Tuhanmu.
Jika yang datang Cahaya Hitam dengan semua keagungannya dan keheranannya, dan dengan tanpa ilmu tentangnya, maka tidak ada seorangpun yang bisa menolaknya, kemudian mengikutinya, dan saat itu tersesatkanlah nafs yang sedang mengalami sakratul maut tersebut. jika dia mengikuti cahaya hitam saat tarukan nafas terakhir, maka kematianny itu akan menjadikan nafs (diri) orang tersebut menjadi “Bakteri-bakteri dan berbagai bibit penyakit di alam semesta ini”.
jika mengikuti cahaya merah, maka akan dijadikan “batu2an dan besi” . Alqur’an banyak mengatakan bahka ” Kami (Allah) menjadikan mereka orang2 kafir (orang yang tdk berilmu tentang Allah) sebagai batu dan besi..”.
jika mengikuti cahaya kuning, maka nafs itu akan dijadikan jenis tumbuh2an dimuka alam semesta. Alqur’an : …Kami (Allah) akan mengeluarklan kamu sebagai tumbuh2an dari dalam tanah..”
Jika mengikuti cahaya hijau, maka nafs itu akan dijadikan/ dihidupkan kembali sebagai jenis binatang yang haram.
Jika mengikuti cahaya putih, maka nafs itu akan dihidupkan kembali sebagai binatang yang halal.
kesemuanya ini menunggu pembebasan dari siapa yang memahami, itulah mereka semua tersebut telah menjadi tawanan Allah SWT. sehingga tidak bisa tidak, harus lebih dahulu mengenal sifat dan poerilaku atau tata kerja dari kelima cahaya tersebut, yang mana kelima cahaya itu harus dijinakkan terlebih dahulu, agar di saat sakratul maut datang kepada kita, semuanya itu dapat ditolak secara mutlak, yang kemudian kita nantikan sang Penciptalah yang akan datang sendiri menjemputmu, itulah pertanda husnul khatimahnya.
kelima cahaya tersebut terelebih dahulu dijinakkan, dimana tempat penjunakannya itu pada shalat lima waktu, sehingga dikenalah shalat lima waktu beserta cahaya yang dimilikinya. kalangan umum (syareat) tidak di dapat pembahasan jenias ini, kebanyakan jiwa mereka hanya berbantahan saja di wilayah hukum, mereka kebanyakan tdk memahami kedalaman wilayah ini. penjelasannya seperti ini :
Shalat Dhuhur, di dalamnya terbit cahaya hijau yang sangat bening kehijauannya, seseorang yang bershalat itu, harus dapat memunculkan jenis cahaya tersebut, jika tidak, maka cahaya itu tdk terjinakkan. dengan munculnya cahaya tersebut dalam takbirmu, maka seketika itu ia akan terjinakkan olehmu. cahaya hijau di dalam takbiratul ihram itu sangat mencengangkan pandangan maupun akal. cahaya hijau tersebut memiliki dua korelasi keluar dan kedalam. cahaya hijau dimaksud pada diri yang melaksanakan shalat adalah “empedunya” yang berwarna hijau, pertandanya adalah pada telinga dengan rasa pahitnya. dalam bahasa kerja ia dinamakan “yang menghidupkan cahaya pendengaran”. sedeangkan korelasinya keluar, adalah “cahaya tengah hari yang sebenarnya berwarna hijau”
Shalat Ashar, cahayanya kuning,korelasi kedalam diri yang melaksanakan shalat itu adalah “paru-parunya” dengan warna kuningnya, pertanda pada hidung dengan rasa amisnya, dan disebut cahaya penciuman, korelasi keluarnya adalah cahaya matahari sore yang telah berwarna kuning.
Shalat Magrib, cahayanya merah,korelasi kedalam diri yang melaksanakan shalat itu adalah “Jantungnya” dengan warna merahnya, pertanda pada mata dengan rasa asinnya, dan disebut cahaya penglihatan, korelasi keluarnya adalah cahaya matahari magrib yang telah berwarna merah (mega).
Shalat Isya, cahayanyahitam, korelasi kedalam diri yang melaksanakan shalat itu adalah “hatinya” dengan warna kehitamannya, pertanda pada mulut dengan rasa tawarnyanya, dan disebut cahaya perkataan, korelasi keluarnya adalah cahaya malam yang telah berwarna hitam (kegelapan).
Shalat Subuh, cahayanya putih, korelasi kedalam diri yang melaksanakan shalat itu adalah “ginjalnya” dengan warna keputihanya, pertanda pada anak lidah dengan rasa manisnya, dan disebut cahaya perasaan, korelasi keluarnya adalah cahaya fajar shidiq di pagi hari berwarnaputih.
itulah kelima cahaya yang harus dijinakkan di dalam shalat, dan penerapan penjinakkan tersebut berlangsung di dalam pembacaan surat alfatihah. maka simaklah shalatmu dengan baik, perbaikilah jika masih lalai dalam pelaksanaannya, agar tidak tersesatkan oleh kelompok lima cahaya tersebut.
catatan kecil ini hanya merupakan pembangkit semangat pencaharian semata, keilmuannya masih tersimpan jauh di dasar kerendahan hatimu untuk menuntutnya, maka DIA akan membukannya kepadamu wahai engkau yang bersungguh sungguh di jalan ini.
carilah cahaya Tuhan (Allah) itu dengan memakai petunjuk para guru2 yang sempurna, jangan tergoda dengan keajaiban/ hikamah dari suatu pendapatan, misalkan : bisa mengobati, bisa memudahkan rejeki, bisa membuat mendapatkan jabatan dengan mudah, atau hal2 yang bersifat pendapatan, maka itu semua bukannya pertanda engkau sudah lebih baik, karena ilmu Allah hanya untuk mengenal-Nya, dan jika engkau menginginkan semua pendapatan duniawi itu, maka dibutuhkan suatu pendekatan lain yang bersifat duniawi semata, walaupun itu terjadi melalui keajaiban spiritualmu. banyak orang menyangka bahwa dengan doa dan mendapatkan sesuatu, itu berarti orang tyersebut sudah berada di dalam jalan yang benar. pandangan seperti itu sangat2 salah dalam katagori ilmu dan keilmuan yang benar di wilayah Allah SWT.
DIMANAKAH CAHAYA ALLAH, DAN BAGAIMANAKAH KEADAANNYA, .. maka dapatkanlah segera disaat engkau masih sehat wal afiat…., kudoakanmu duhai sahabat2ku…
catatan habib Rais Ridjaly Bin Thahir
menyingkap rahasia subuh
Rahasia Subuh. Diantara waktu-waktu istimewa yang diciptakan Allah SWT untuk muslim adalah saat subuh. Di dalamnya terkandung banyak keberkahan. Bergitu mulianya waktu subuh, Rasulullah SAW secara khusus berdo’a. “Ya Allah berkahilah umatku selama mereka senang bangun subuh,” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ahmad dan Ibnu Majah).
Dr. Khalid Ahmad Abu Syadi dalam bukunya Bisnis Yang Tak Pernah Rugi: Tips Meraih Kebahagiaan Dunia Akhirat dan Dr. Raghib As-Sirjani dalam bukunya “Misteri Sholat Subuh” menuliskan beberapa keberkahan yang akan didapat bila seorang Muslim melaksanakan sholat subuh berjamaah.
Pahalanya sebanding dengan melakukan qiyamul lail sepanjang malam. Bangun dari tidur, lalu memenuhi panggilan adzan dan mengerjakan sholat bersama dengan orang-orang yang beriman, pahalanya sama dengan mengerjakan qiyamul lail sepanjang malam.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa sholat Isya’ berjamaah, maka seakan-akan dia melakukan qiyamul lail tengah malam dan barang siapa sholatsubuh berjama’ah maka seakan-akan dia melakkan sholat sepanjang malam.” (HR. Imam Ahmad dan Imam Muslim melalui Utsman bin Affan).
Cahaya di hari kiamat. Sholat subuh merupakan sumber dari segala sumber cahaya di hari kiamat. Di hari itu, semua sumber cahaya di dunia akan padam. Matahari akan digulung dan bintang-bintang pun berjatuhan, sebagaimana firman Allah : “Apabila matahari digulung. Dan apabila bintang-bintang berjatuhan.” (QS. At-Takwir : 1-2).
Manusia dibangkitkan dalam keadaan gelap gulita. Gelap yang berlipat ganda. Saat itu, manusia membutuhkan cahaya supaya bisa meraba jalannya, agar bisa melewati kumpulan orang-orang yang begitu banyak jumlahnya. Tatkala melewati Sirath (jembatan akhirat), cahaya sangat dibutuhkan.
Rasulullah mengabarkan dalam sebuah sabdanya tentang cahaya yang dapat menyinari seorang Muslim saat kiamat nanti. Sumber cahaya itu berasal dari sholat subuh yang dikerjakan berjamaah. “Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan ke masjid di kegelapan malam bahwa mereka akan beroleh cahaya yang sempurna di hari kiamat.” (HR. Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah di dalam kitab shahihnya, dan Imam Hakim).
Dalam hadits di atas, Rasulullah menegaskan barang siapa yang berjalan di kegelapan malam menuju tempat sholat (masjid) maka makin besarlah cahayanya dan sinarnya makin luas pada hari kiamat. Orang mukmin megetahui bahwa menjalani kegelapan di dunia ini imbalannya adalah cahaya di akhirat. Berjalan di kegelapan malam menuju masjid tiada lain menabungkan cahaya baginya yang menerangi jalannya di atas Shirath sehingga ia dapat menyeberanginya sampai ke surga.
Masuk surga. Rasulullah bersabda “Barang siapa yang mengerjakan sholatbardain akan masuk surga.” (Fathul Bari). Dalam hadits lain Nabi bersabda, “Barang siapa yang sholat dua waktu yang dingin maka akan masuk surga.” (HR. Bukhari).
Yang dimaksud sholat bardain adalah sholat subuh dan ashar. Ibnu Hajar mengatakan dalam kitab al-Fath bahwa kedua sholat ini disebut bardain karena keduanya dikerjakan pada waktu sejuk siang hari dan berada di tepi siang hari, yaitu saat udara sejuk dan panas matahari melemah.
Pada kedua waktu ini, manusia cenderung beristirahat dan tidur, yang membuatnya malas untuk melakukan aktifitas. Sehubungan dengan kenyataan ini, Nabi Muhammad SAW memberikan semangat dengan menyampaikan berita gembira yang besar. Sekan-akan Rasulullah bersabda bahwa surga diturunkan kepadamu melalui dua waktu yang berharga ini. Karena itu hadirilah olehmu pembagian ini agar kamu mendapat bagian darinya dan lepaskanlah anak-anak panahmu di saat pertempuran niscaya kamu akan memperoleh ghanimahnya. Janganlah kamu tetap berada di tempat bersama orang-orang yang duduk. Bila kamu tetap duduk-duduk kamu akan binasa.
Laporan pengawasan. Sesungguhnya setiap muslim mempunyai janji dengan Allah tiap hari, yaitu pada sholat subuh dan sholat Ashar. Di antara kedua sholat itu, malaikat memberikan laporan kepada Allah tentang ibadah kaum muslimin. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Malaikat malam hari dan malaikat siang hari silih berganti kepadamu. Mereka berkumpul dalam sholat subuhdan sholat Ashar. Malaikat yang semalam bersamamu naik, lalu Tuhan menanyai mereka, padahal Dia lebih mengetahui daripada mereka, ‘Bagaimanakah keadaan hamba-hamba-Ku saat kamu tinggalkan?’ Mereka menjawab, ‘Kami tinggalkan mereka dalam keadaan tengah sholat dan kami datangi mereka dalam keadaan tengah sholat.” (HR. Syaikhain melalui Abu Hurairah).
Sholat sunnah yang lebih mulia daripada seisinya. Sholat fajar yaitu sholat sunnah sebelum subuh merupakan sholat sunnah yang paling banyak pahalanya dibandingkan dengan sholat sunnah lainnya. Rasulullah mengistimewakannya dengan pahala yang begitu besar sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Aisyah : “Dua raka’at fajar (sholat sunnah sebelum subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya.” (HR. Muslim).
Bekal dunia dan akhirat. Karena waktu yang mengiringi sholat subuhmerupakan waktu yang mengandung banyak keberkahan. Nabi Muhammad SAW menganjurkan agar waktu itu digunakan untuk menyibukkan diri dengan berdzikir. Seusai mengerjakan sholat subuh. Rasulullah selalu berdzikir kepada Allah SWT hingga matahari terbit, kemudian beliau sholat Dhuha dua raka’at, sebagaimana sabdanya, “Barangsiapa yang ikut sholat fajar berjamaah di masjid kemudian duduk berdzikir mengingat Allah SWT sampai matahari terbit, lalu mengerjakan sholat dua rakaat, maka baginya pahala bagaikan orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah dengan sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi).
Dibukakan pintu rezeki. Keberkahan subuh juga membuka pintu-pintu rizki-Nya yang telah dihamparkan di hari itu. Sebab itu, Allah SWT menyerukan kaum muslimin untuk menyambut rezeki-Nya dengan segera bangun pagi.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ahmad dan Baihaqi, diceritakan bahwa ketika Rasulullah SAW pulang dari sholat subuh di masjid Nabawi, beliau mendapati putrinya Siti Fatimah masih tidur-tiduran. Dengan penuh kasih sayang lantas beliau menggerakkan badan putrinya itu sembari berkata, “Wahai anakku, bangunlah, saksikan rizki Tuhanmu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai karena Allah membagikan rezeki kepada hamba-Nya antara terbit fajar dengan terbit matahari.”
Memperoleh kesehatan dan kesegaran. Keberkahan lain yang dipetik oleh orang yang bangun subuh adalah sehat. Hal ini, menurut majalah al Mujtama, Kuwait disebabkan oleh banyak faktor, antara lain : udara pada waktu subuhmengandung kadar gas ozon dalam presentase yang lebih pekat kemudian menipis secara bertahap seiring dengan terbitnya matahari. Gas ozon ini diserap oleh urat-urat syaraf tubuh dan memberikan stimulan kepadanya sehingga otak dan otot dapat bekerja secara optimal, presentase sinar ultra violet pada pagi hari relatif lebih kuat. Sinar ini merangsang kulit tubuh untuk membuat vitamin D yang berguna untuk tulang, sebagaimana sinar infra merah mempunyai pengaruh yang membangkitkan kesadaran dan presentase cortison yang terkandung di dalam darah relatif makin tinggi pada waktu subuh dan kadarnya makin merendah secara relatif di petang hari.
Melihat Allah di akhirat. Tiada suatu nikmat pun yang diberikan Allah kepada ahli surga yang lebih disukai oleh mereka daripada memandang wajah Allah yang Maha Mulia. Kemuliaan ini hanya didapat oleh ahli sholat sunnah fajar, sebagaimana yang diberitakan oleh Nabi Muhammad SAW melalui sabdanya, “Ingatlah, sesungguhnya kalian akan melihat Tuhan kalian bagaikan kalian melihat bulan ini, kalian tidak terdesak-desak saat melihatnya. Jika kalian mampu meraih kesempatan dengan mengerjakan sholat (sunnah) sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelam, kerjakanlah!”.
Rasulullah lalu menyampaikan firman Allah, “… dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu malam hari (sebelum matahari terbit) dan pada waktu-waktu siang hari (sebelum matahari terbenam) supaya kamu merasa senang.” (QS. Thaha : 13).
Rahasia Shalat :
Berdiri (ihram) = Kaki = Syariat
Ruku’ (munajah) = Pusat = Pusat (Puser) = Pikir yang
menyembah = Thariqat
Sujud (Mi’raj) = Dada = Jantung (Darah) = Daya yang menyembah =
Hakikat
Duduk (Tabdil) = Kepala =Tembuni (ari-ari) = Akal (nur/arasy) =Ma’rifat
Jadi nyata shalat sebagai ap’al Allah/tiang agama atau menjadi manusia yang sempurna (terpuji), karena juga shalat dijadikan tiang agama karena shalat mewakili / sbg khalifah untuk mewakili semua alam yang disampaikan oleh akal /ilmu di hadirat Allah.
Pada hakikatnya para malaikat turut shalat pada waktu kita shalat :
API (DAYA/JANTUNG) = Shalatnya Malaikat Izrail (sifat Qahar).
ANGIN (NAPAS/NYAWA) = Shalatnya Malaikat Mikail (sifat Jamal).
AIR = Shalatnya Malaikat Jibril (sifat Jalal).
TANAH = Shalatnya Malaikat Israfil (sifat Kamal).
Dalam shalat :
Ihram (Berdiri) = Hakikat Api atau hakikat Malaikat Izrail.
KAKI (sifat Qahar Allah).
Munajah (Ruku’) = Hakikat Angin atau hakikat Malaikat Mikail.
PUSER (sifat Jamal Allah).
Mi’raj (Sujud) = Hakikat Air atau hakikat Malaikat Jibril.
DADA (sifat Jalal Allah).
Malaikat Jibril dalam sujud = Jibril menemani rasul pada
waktu Isra’ dan Mi’raj dari Masjidil Haram (hati) ke
Masjidil Aqsa (Arasy/otak) terus ke Sidratul Muntaha
tetapi Jibril tidak sampai ke rab-rab buana (sidratul
muntaha/lapisan langit ke 7).
Tabdil (Duduk) = Hakikat Tanah atau hakikat Malaikat Israfil.
KEPALA (sifat Kamal Allah).
Kamulah Imam (sbg Khalifah-Nya) dalam shalatmu, yang menjadi makmummu didalam kamu shalat adalah para malaikat yang ada didalam dirimu, yang meng-amini bacaan shalatmu adalah pada hakikatnya Malaikat Jibril (melalui kalammu), hayatmu (napas) pada hakikatnya Malaikat Mikail dst.
Manusia yang shalat berjama’ah di mesjid ataupun langgar itu dalam hakikat yakni SATU/ESA yaitu sifat-Nya, secara zhahir kelihatan banyak ada si anu dan si anu dan seterusnya……
Bawalah perangkat-perangkat tsb dalam gerak shalat (hakikat shalat berjama’ah).
ITULAH HAKIKAT DIRI MANUSIA (LANGIT DAN BUMI/DIRI MANUSIA MENYEMBAH ZAT-NYA).
Dalam shalat ada beberapa rahasia, seperti dalam gerakan dan bacaannya.
1. Gerakan-gerakan dalam shalat.
Ketika telah melakukan 1 raka’at dalam shalat, sesungguhnya sudah melakukan satu putaran yang terdiri atas 1 kali ruku’ dan 2 kali sujud. Saat ruku’ membentuk 90o dari posisi berdiri tegak. Sedangkan pada sujud membentuk sudut 90o + 45o = 135o dari posisi tegak, sehingga 1 ruku ditambah 2 sujud adalah 90o + 135o + 135o = 360o atau dapat disebut 1 lingkaran penuh.
Tetapi ada shalat yang satu raka’atnya terdiri atas 2 ruku’ dan 2 sujud yaitu shalat gerhana. Aisyah r.a. berkata, “Pada masa Rasulullah SAW masih hidup pernah terjadi gerhana matahari. Maka Rasulullah SAW menyuruh orang banyak shalat berjama’ah. Setelah mereka berkumpul, Rasulullah SAW datang lalu bertakbir dan shalat 4 kali ruku’ dan 4 kali sujud dalam 2 raka’at (Shahih Muslim).
Perputaran dalam Shalat Gerhana yang terjadi atas 2 raka’at dengan 4 ruku’ dan 4 sujud dihitung sebagai berikut:
Raka’at 1 = 360o + 90o (karena 2 kali ruku’)
………… = 0o + 90o = 90o
Raka’at 2 = 360o + 90o (karena 2 kali ruku’)
………… = 0o + 90o = 90o +
………… = 180o = Garis lurus
makanya dalam Shalat Gerhana berarti membentuk sudut 180o atau garis lurus. Hal ini sama dengan posisi matahari, bumi dan bulan saat terjadi gerhana, yaitu membentuk 1 garis lurus.
Dalam shalat mayat, tidak ada ruku’ dan sujud sebagai simbol dari tidak adanya gerakan.
2. Bacaan Takbir (Allahu Akbar) dalam shalat.
Selain gerakan-gerakan shalat, rahasia shalat yang lain yaitu bacaan takbir yang diucapkan pada waktu shalat mempunyai kesan bilangan yang dapat memperkuat rasa iman pada Allah.
a. Pada shalat lima waktu dan shalat sunnah Rawatib.
Dalam shalat lima waktu, ada 94 bacaan takbir yaitu:
Subuh = 11
Dhuhur = 22
Ashar = 22
Maghrib = 17
Isya’ = 22 +
Jumlah = 94
Pada shalat sunnah Rawatib, yaitu shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu ada 7 waktu. Shalat sunnah tersebut ada 2 raka’at, berarti ada 11 bacaan takbir. Karena jumlah shalat sunnah rawatib ada 7 waktu, maka 7 x 11 = 77.
Berarti apabila dijumlahkan antara bacaan takbir dalam shalat fardhu dan shalat sunnah Rawatib yaitu 94 + 77 = 171. Sedangkan 171 merupakan perkalian 9 dengan 19 (9 x 19 = 171).
Angka 19 merupakan angka yang laur biasa, karena di dalam al-Qur’an kalimat Bismillahirrahmanirrahim juga berjumlah 19 huruf.
b. Pada shalat Tarawih dan Witir.
Pada shalat Tarawih ada 2 raka’at, berarti jumlah takbir ada 11. maka 8 raka’at ada 4 x 11 = 44 dan witir ada 16, jadi witir dan tarawih ada 60 takbir (44 + 16 = 60). Dalam 29 hari Ramadhan ada sebanyak 1740 (60 x 29 = 1740).
c. Pada shalat Ied.
Ucapan takbir dalam raka’at pertama 7 kali dan raka’at kedua 5 kali. Berarti dalam shalat Ied ada 23 takbir (7 + 5 + 11 = 23), maka pada dua shalat Ied (Fitri dan Adha) ada 46 takbir (2x 23). Bila dijumlahkan dengan shalat tarawih dan witir, maka ada 1786 takbir (1740 + 46 = 1786), dan 1786 tersebut merupakan perkalian dari 19 x 94.
Itu alasan mengapa ada 7 dan 5 = 12 pada shalat Ied, sehingga pada shalat Ied ada 23. Dan itu pula mengapa witir yang 3 tidak memakai tahiyat, sehingga menjadi 16. keduanya turut membentuk bilangan 19 x 94. jadi jawabannya karena keseimbangan kalimat takbir, bahwa bilangan takbir pada tarawih, witir, dan 2ied , jika dibagi dengan bilangan takbir pada shalat lima waktu, hasilnya 19 yang adalah jumlah huruf Bismillahirrahmanirrahim (1786: 94 = 19).
d. Bilangan setahun Allahu Akbar.
Dari 17 raka’at (shalat lima waktu) ada 94 takbir, dari yang 14 raka’at (shalat sunnah rawatib) ada 77 takbir. Raka’at ini jumlahnya 17 + 14 = 31. Jika bilangan takbir keduanya dikalikan 19 dan ditambahkan dengan 31, maka jumlahnya adalah faktor 19 dari takbir yang kita ucapkan selama 1 tahun.
Dari 17 ada 94 x 19 = 1786
Dari 14 ada + 77 x 19 = 1463
Jumlah 31 = 31 +
Jumlah = 3280
Bilangan 3280 ini adalah faktor 19 dari jumlah takbir yang kita ucapkan dalam 1 tahun. Jadi, takbir yang kita ucapkan dalam 1 tahun adalah 3280 x 19. Buktinya:
1. Setahun untuk tarawih, witir dan 2 ied sudah kita hitung yaitu 94 x 19.
2. Sehari untuk shalat lima waktu dan shalat sunnah rawatib juga sudah kita hitung yaitu 9 x 19. Setahun (Qomariyah) ada 354 hari. Jadi, setahun = 354 x 9 x 19 = 3186 x 19. Makak jumlah keseluruhan = (3186 + 194) x 19 = 3280 x 19.
Pada takbir di pagi hari raya sebelum shalat, cukup 4 x lalu shalat. Lafadh Allahu Akbar 3 kali, Laa Ilaha Illallah Wa Allahu Akbar, Allahu Akabar Wa Lillahil Hamd. Berarti ada 5 Allahu Akbar. 4 x 5 = 20. Untuk 2 ied, 2 x 20 = 40. bila bilangan 40 ini kita tambahkan pada takbir yang kita ucapkan dalam shalat satu tahun = 40 + 3280 x 19 = 62360. Jadi, minimum kita 1 tahunnya mengucapkan takbir sebanyak 62360.
Label:
SAMUDRA HIKMAH
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar